cerita ini di diskriposikan tentang seorang hamba yang sabar penuh cobaan, hidupnya selalu jauh dari keluarga
Sabtu, 05 Agustus 2017
SYAIR ZUHAIR BIN ABI SULMA
سَئِمْتُ تَكَاليْفَ الْحَيَاةِ وَمَنْ يَعِشْ— ثَمَانِيْنَ حَوْلًا-لَا أَبَالَك-يَسْأَمْ
وَأَعْلَمُ مَا فِي الْيَوْمِ وَالْأَمْسِ قَبْلَهُ— وَلَكِنَنِي عَنْ عِلْمِ ما في غَدٍ عَمْ
وَمَنْ هَابَ أَسْبَابَ الْمَنَايَا يَنَلْنَهُ — وَلَوْ نَالَ أَسْبَابَ السَّمَاءِ بِسُلَّمْ
وَمَنْ يَجْعَلُ الْمَعْرُوْفَ فِي غَيْرِ أَهْلِهِ — يَعِدْ حَمُدُهُ ذَمًّا عَلَيْهِ وَيَنْدَمْ
وَمَهْمَا تَكُنْ عِنْدَ امْرِيْءٍ مِنْ خَلِيْقَةِ — وَلَوْخَالهَا تَخْفَي عَلَي النَّاسِ تُعْلَمْ
لِأَنَّ لِسَانَ الْمَرْءِ مِفْتَاحٌ قَلْبِهِ— إِذَا هُوَ أَبْدَي مَا يَقُوْلُ مِنَ الْفَمْ
لِسَانُ الْفَتَي يِصْفُ وَنِصْفٌ فُؤَدُهُ— وَلَمْ يَبْقَي إلِاَّ صُوْرَةُ اللَّجْمِ وَالدَّمْ
Sungguh aku jemu dengan beratnya hidup ini dan orang-orang yang hidup hingga 80 tahun, sungguh dia telah bosan.
Dan aku tahu apa yang ada hari ini dan kemarin, tetapi aku tidak tahu apa yang ada esok.
Dan barang siapa yang takut pada sebab-sebab kematian, sungguh dia akan mendapatinya, meskipun dia mendapat tangga untuk naik ke langit.
Dan barang siapa yang berbuat kebaikan pada orang-orang yang tidak berhak, maka kembalilah pujiannya itu menghina padanya dan ia pun akan menyesal.
Dan meskipun kamu menjadi seorang makhluk di antara manusia, dan kamu berusaha untuk berpura-pura pada mereka niscaya akan diketahui.
Karena sesungguhnya lisan seseorang itu merupakan alat pembuka hatinya ketika ia menunjukan apa yang diucapkan dari mulutnya.
Lisan seorang pemuda separoh, dan setengah dari hatinya. Dan tidak tampak kecuali bentuk jasad dan darahnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar